KITA TAK DIKEJAR, TETAPI KITA MENGEJAR.

Source: manaberita.com

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kenalan dulu yuk, barang kali teman-teman masih belum mengenal, siapakah saya, padahal ini dah postingan ke EMPAT. Nama saya Hendy Maulana Jaya Saputra, bisa dipanggil Hendy. Sekarang saya berstatus sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan program studi S1 Sistem Informasi tahun 2017. Bulan lalu, kita sudah mengkaji mengenai Riba yang kita kutip dari beberapa sumber terpercaya, Insyaallah pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman saya mengenai satu hal yang pasti akan menghampiri seluruh isi alam, yang sejatinya bukan kita lah yang sedang dikejarnya, akan tetapi, kita yang mengejar dan menghampirinya.

Tentunya sesuatu ini adalah satu hal yang diciptakan Allah SWT. Sudah sering sekali hal ini kita dengar, akan tetapi, banyak kaum muslim yang menganggap bahwa hal ini sudah menjadi hal yang biasa diperbincangkan dan dirasa tidak ada yang perlu ditakuti pada hal tersebut, yakni KIAMAT. Sungguh orang-orang yang berfikir seperti ini adalah orang-orang yang merugi. Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang seperti ini, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Berbeda dengan sebelumnya, pada kesempatan kali ini, kita membahas hal yang serius. Jika sebelumnya saya membahas secara komunikatif, kali ini saya akan menyampaikan secara informatif. Artinya dengan harapan kita mampu mengingat kembali hari Akhir, dan bisa memahami bagaimana sedihnya jika hari itu telah tiba. Kiamat sendiri terbagi menjadi dua, kiamat kecil dan kiamat besar. Pada kesempatan kali in, kita akan mengkaji mengenai kiamat besar dari berbagai sumber. Artinya kita akan mengolah informasi dari berbagai sumber dimana apa yang saya sampaikan di Postingan ini tidak dapat dinilai menjadi suatu kebenaran yang Mutlak.

1. Apa itu hari Kiamat?
Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai kiamat besar, tentunya harus dilandasi dengan pemahaman yang kuat, yakni, apakah kita sudah paham mengenai hari kiamat?. Apakah ada yang kurang dengan hari kiamat yang selama ini terbenam dalam benak diri kita?. Hari kiamat adalah satu peristiwa ketika Alam Semesta berserta isinya hancur luluh dan semua makhluk didalamnya tturut binasa tanpa terkecuali (Azzam, 2010 ; 3). 

Kiamat teerbagi menjadi 2 macam, yakni kiamat Sugra (kiamat kecil) dan kiamat Kubra (Kiamat Besar). Kiamat Besar sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Siapapun yang telah meninggal, akan dibangkitkan kembali dan disatukan di alam mahsyar berserta orang-orang yang merasakan kiamat kubra. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kejadiannya akn benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas. Pada saat itu, segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah ditutup rapat (Azzam, 2010 ; 4).

Melalui Firman Allah SWT. dalam Al-qur'am, diberikan pengertian atau kata lain dari hari kiamat. Diantaranya adalah :
1. Al-Ghasiyah : Peristiwa yang Dahsyat
2. Al-Qari'ah : Yang Menggemparkan
3. As-Sa'ah : Kehancuran
(Azzam, 2010 ; 6)

2. Bagaimana Kiamat itu?
      Pada masa yang akan datang, saat hari kiamat semakin dekat akan terjadi 10 peristiwa yang merupakan Alamat Kubra (tandatanda yang besar), yaitu: Keluarnya Dajjal, munculnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa AS., keluarnya Ya'juj dan la'juj, Matahari terbit dari arah barat, keluarnya Dabbah, meluasnya Dukhan (asap), runtuhnya Ka'bah dan sirnanya Al-qur'an, keluarnya Rihun Baridah, keluarnya api dan rusaknya dunia terus menerus.
(Samaa'ur, 2013 ; 30)

DAJJAL
1. Siapakah Dajjal itu? 
     Dajjal adalah seorang manusia yang merupakan keturunan bangsa Yahudi Madinah dan dilahirkan pada masa hidupnya Nabi Muhammad SAW. Oleh orang-orang Arab, pada waktu kecilnya dia disebut Ibnu Shayyad atau Ibnu Shaid. Setelah besar bentuk badannya melebihi manusia pada umumnya dan tidak ada seorangpun yang dapat membandinginya. Badannya kuat, kepalanya berjambul, rambutnya kaku seperti ijuk, matanya yang sebelah juling sedang yang sebelahnya lagi melotot (Samaa'ur, 2013 ; 30).

     Dia adalah penipu yang cerdik, amat mahir dan maju dalam ilmu pengetahuannya tentang alam. Karena kepandaiannya itu orang menganggapnya sebagai Tuhan. Dia mempunyai neraka sendiri dan surga sendiri. Orang yang mengikutinya dimasukkan ke dalam surganya, sedang orang yang menentangnya dimasukkan ke dalam nerakanya. Dia mengembara ke seluruh pelosok dunia dengan melakukan pemaksaan untuk mengakui kekuasaannya dan kepercayaan kepadanya (Samaa'ur, 2013 ; 31).

2. Musim Kemarau yang Berkepanjangan 
     Musim kemarau yang dimaksud di sini adalah musim kemarau yang berlangsung terus menerus selama 3 tahun dan terjadi sebelum keluarnyanya Dajjal. Rasulullah SAW. bersabda: 
     "Sesungguhnya sebelum keluarnya (Dajial) ada tiga tahun langit menahan (air hujannya): pada tahun yang pertama langit menahan sepertiga tetesan (air hujan)nya dan bumi (menahan) sepertiga tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun kedua langit menahan dua pertiga tetesan (air hujannya) dan bumi menahan dua pertiga tumbuh-tumbuhannya. Dan pada tahun ketiga langit menahan (semua) tetesannya dan bumi menahan tumbuh-tumbuhannya sehinggatidak tersisa wajah bumi yang gersang dan hanya tinggal bebatuan yang mati." (HR. Thabrani) (Samaa'ur , 2013 ; 32).

     Pada musim kemarau banyak sekali binatang dan manusia yang mati terutama pada saat tahun yang ketiga, banyak sekali manusia yang mati kelaparan karena pada musim kemarau yang ketiga tersebut tidak ada hujan sama sekali, bumi kering kerontang, tidak ada tumbuh-tumbuhan dan semua pohon meranggas, langit bersih tidak bermendung, banyak bumi (tanah) yang berubah menjadi merah seperti batu bata atau tembaga. Adapun perumpamaannya adalah seperti sebidang tanah yang ada di desa Badung, yaitu desa yang terletak pada jalan yang membujur ke utara menuju Batu Ampar  Madura. Orang-orang yang berziarah ke makam keramat di Batu Ampar biasanya melewati desa Badung tersebut, pada jalan yang berada di desa Badung tersebut ada tanah yang berwarna merah seperti merahnya batu bata atau tembaga, dan mulai dari tanah yang berwarna merah tersebut terdapat anak-anak yang mengemis (meminta-minta), hal seperti itu menandakan bahwa pada musim kemarau nanti banyak manusia yang serba kekurangan, kelaparan, orang yang rakus, saling mencemooh, saling membunuh dan sebagainya. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah bahwa segala kejadian itu pasti ada manfaat dan hikmah yang dapat dijadikan ibarat dan diketahui isyarat-isyaratnya. (Samaa'ur , 2013 ;33)
     
3. Tempat Keluarnya Dajjal 
     Besok Dajjal akan keluar dari daerah Khurasan. Khurasan adalah suatu kota yang berada di tanah Persia atau yang sekarang lebih dikenal dengan negara Iran, yang beribukota di Teheran dan berada di daerah Masyriq (Asia). Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: Rasulullah SAW. bersabda:
     "Dajjal keluar dari bumi di sebelah timur (masyriq) yang bernama Khurasan, yang mengikutinya adalah kaum-kaum yang wajahwajah rnereka bagaikan pemukul yang tebal dan keras." (HR. Abu Isa At-Tirmidzi) (Samaa'ur, 2013 ; 39)

     Pada waktu Dajjal terlepas dari belenggu, tingginya hanya 10 dzira', tingkah lakunya seperti tingkah laku orang saleh dan mengajak kepada kebajikan, banyak orang yang mengikutinya. Lama kelamaan ia mengaku sebagai Nabi, orang-orang yang beriman kepada Allahpun berpaling (mendustakan Dajjal), karena orang yang beriman mengerti bahwa setelah Nabi Muhammad SAW. tidak akan ada Nabi yang baru
(Samaa'ur, 2013 ; 39)

IMAM MAHDI
     Dikisahkan: Ketika Dajjal sedang gencar-gencarnya memfimah manusia, tiba-tiba ada Hawatif, yaitu suara yang berkumandang di angkasa tanpa rupa, yang mengatakan: Sesungguhnya Imam Mahdi telah muncul di kota Makkah dari desa Karimah bertepatan malam 10 dari bulan Dzulhijjah pada tahuh ganjil dari hijrah Nabi. Suara tersebut dapat di dengar oleh seluruh penghuni alam dan dapat dimengerti maksudnya. Setelah mendengar suara tersebut, orang-orang berbondong-bondong menuju kota Makkah, karena ingin mengetahui wajah Imam Mahdi yang baru muncul dari alam ghaib tersebut, iblis-iblis menjadi linglung, sedang orang-orang Islam bersuka cita, sebab Imam Mahdi inilah yang ditugaskan untuk menghilangkan segala kekisruhan yang ada pada zaman yang telah rusak.
(Samaa'ur, 2013 ; 53)
1. Siapakah Imam Mahdi itu? 
     Imam Mahdi adalah seorang priagung yang tam-pangnya masih muda, wajahnya mencorong (bersinar), jenggotnya sempurna, pada pipi kanannya terdapat tahi alat, kulimya seperti orang Arab (tidak kuning dan tidak hitam), tubuhnya seperti orang Israel (tinggi besar), dijuluk* Imam Mahdi, mempunyai nama Muhammad bin Abdullah, keturunan Nabi SAW. dari Sayyidina Husain As-Sibthi putra dari Fatimah bin Rasulullah SAW. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.:
"Imam Mahdi itu termasuk dalam lingkungan ahli kerabat atau keluarga Rasulullah SAW. yakni dari putri beliau yang bernama Fatimah." (HR. Abu Dawud dan Hakim).
(Samaa'ur, 2013 ; 54)

2. Dhahirnya Imam Mahdi 
     Imam Mahdi sekarang ini telah maujud (ada), beliau dilahirkan di kota Makkah bertepatan pada malam nishfu Sya'ban tahun 1255 Hijriyah, jadi sampai sekarang umur Imam Mahdi telah lebih dari satu abad. Wallaahu a'lam. Imam AI-Quthb Asy-Sya'rani berkata dalam kitab alyawaqit wal-Jawahir:
     "Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan al-Askariy bin Husain; lahirnya pada malam nishfu sya'ban tahun 1255.   Dia sekarang masih hidiip sampai nanti bertemu (berkumpul) dengan Isa putra Maryam as.
(Samaa'ur, 2013 ; 55) 

3 .Imam Mahdi Perang Sabil 
     Imam Mahdi besok juga mengadakan perang sabil sebagaimana pada zaman para sahabat. Maksud Perang Sabil yaitu perang yang tidak karena dunia, tapi ikhlas untuk menolong agama Allah (Islam) yang telah bertahun-tahun dalam kenistaan. Perang Imam Mahdi dapat berjalan lancar dan diberi kemenangan sampai bisa mengatur manusia sedunia. Imam Mahdi selain dijaga oleh Jibril dan Mikail juga dibantu oleh 3000 malaikat yang menumpas orang-orang yang melanggar undang-undang Islam yang telah dijalankan oleh Imam Mahdi. Penumpasannya bagaikan burung rajawali memburu mangsa, semua musuh roboh, yang berani melawan mati, akhirnya semua menyerah dan tunduk kepada Imam Mahdi (Samaa'ur 2013; 56).

4. Pertempuran   Imam   Mahdi   dengan   Dajjal   dan Turunnya Nabi Isa AS.
     Pada suatu masa, Imam Mahdi dan kaum muslimin akan bertempur dengan Dajjal beserta bala tentaranya di negeri Syam (Syiria). Di situ kaum muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal hingga melarikan diri dan bersembunyi di gunung Dukhan, dalam kejar-kejaran tersebut, belum sampai bertemu tiba-tiba terdengar berita bahwa Nabi Isa AS. Telah turun dari langit kedua muncul di menara putih di sebelah barat kota Damaskus, ibukota Republik Syiria, semua manusia pun berbondong-bondong bagaikan air bah ke kota Damaskus karena ingin melihat rupa Nabi Isa as. Hingga kota Damaskus penuh sesak oleh lautan manusia yang hadir disitu, hingga ada yang saling tumpang tindih sebab sangat rapatnya manusia (Samaa'ur, 2013 ; 61).

TURUNNYA NABI ISA AS. DAN KELUARNYA YA'JUJ MA'JUJ
     Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. Rasulullah :
"Demi Dzat yung jiwoku ada dalam kekuasaan-Nya, sungguh dekat saat turunnya Isa putra Maryam di kalangan kalian semua, yang bertindak sebagai seorang hakim yang adil. la akan memecahkan semua kayu palang salib, membunuh babi, melenyapkan pajak dan (pada waktu itu) harta melimpah ruah, sehingga seorangpun tidak ada yang mau  menerima (harta yang disedekahkan kepadanya), sampai-sampai satu sujud lebih baik daripada dunia beserta isinya." Kemudian Abu Hurairah berkata: "Hendaklah kamu membaca (ayat) jikalau engkau semua menginginkannya." Tidak ada sama sekali dari golongan ahli kitab, melainkan (pasti mereka beriman kepada Isa sebelum mangkatnya beliau ini) yaitu setelah turunnya ke bumi (dan sebelum tibanya hari kiamat). Nanti pada hari kiamat, Isa akan menjadi saksi atas orang-orang semuanya itu." (HR. Bukhari Muslim) (Samaa'ur, 2013 ; 62).

1. Pertemuan Imam Mahdi dengan Nabi Isa AS. 
     Pada saat waktu Ashar, Imam Mahdi bertemu dengan Nabi Isa di masjid jami' Bani Umayyah di kota Damaskus, di sana kedua priagung tersebut berdiam diri dan bersemedi (beri'tikaf) mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Agung, hingga menjelang pagi terdengar sayup-sayup suara adzan  ada yang mengatakan adzan Malaikat Jibril bersamaan dengan keluarnya fajar shodiq yang bersinar diujung malam yang menandakan waktu sholat shubuh telah tiba, setelah itu terdengar iqomah. Nabi Isa dan Imam Mahdi lalu bergegas menjalankan shalat shubuh dengan berjamaah. Imam Mahdi ditunjuk sebagai Imam, Nabi Isa dan kaum muslimin menjadi makmum di belakang Imam Mahdi.
(Samaa'ur, 2013 ; 63)

2.Matinya Dajjal ditangan Nabi Isa AS. 
     Pada suatu pagi penduduk negeri Palestina geger karena diamuk oleh Dajjal. Nabi Isa lalu bergegas menuju Palestina untuk menolong kaum muslimin. Mengetahui Nabi Isa datang Dajjal lalu melarikan diri dan lolos, Nabi Isa lalu mengeluarkan halilintar yang menyambar dan akhirmya Dajjal bisa terkejar di Babilud, sebuah daerah yang berjarak kurang lebih 3 km di sebelah barat Baitul Maqdis (Yerusalem), ibukota Palestina. Disitulah Dajjal dibunuh oleh Nabi Isa AS. Menurut riwayat yang lain: Nabi Isa tidak bisa mengejar larinya Dajjal, hingga akhirnya terdengar suara; "Hai Bumi, telanlah kaki Dajjal" pada waktu itu kaki Dajjal berpijak di kampung Lud, maka tanahnya ambles ke bumi hingga akhirnya bisa terkejar oleh Nabi Isa. Nabi Isa melotot pada Dajjal sambil berkata: "Hai Dajjal! engkau telah mengaku sebagai Tuhan yang membuat langit dan bumi beserta isinya. Telah berapa tahun engkau hidup di dunia dan telah berapa banyak manusia yang engkau sesatkan, sekarang siapa yang akan engkau sembah?" (Samaa'ur, 2013 ; 64).
     Nabi Isa berkata dengan suara yang lantang dan berapi-api. Dajjal bungkam tanpa bisa berkata apa-apa, tubuhnya akhirnya mengecil dan tidak bisa bertambah besar lagi, hilang daya kekuatannya, hilang kewibawaannya dan datang kelemahannya, seluruh tubuhnya gemetar bagaikan domba yang ada di depan harimau yang akan memangsanya. Sampai di sini Nabi Isa lalu menebaskan pedangnya ke leher Dajjal, dari leher Dajjal mengalir darah, Dajjal senggar-senggur mengalami sekarat, tingkahnya bagaikan ayam yang disembelih dan akhirnya tewas dalam kenistaan (Samaa'ur, 2013 ; 64).

3. Perangnya Nabi Isa AS. 
     Nabi Isa juga akan melaksanakan perang Sabil sebagaimana Imam Mahdi, bala tentaranya adalah Sirullah, yaitu malaikat dan jin Islam. Pada waktu itu dunia Islam juga sedang melaksanakan perang mengikuti Nabi Isa AS. hingga akhirnya memperoleh kemenangan, semua musuh roboh, yang berani melawan pasti akan mati tanpa tersisa (tumpas habis). Pohon-pohonan, kayu dan batu-batuan yang digunakan untuk bersembunyi oleh orang-orang kafir semua berkata: "Hai orang muslim! Orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah, bunuhlah ia" Pohon-pohonan semua berkata seperti itu kecuali pohon cemara, pada saat ini pohon cemara banyak terdapat di daerah Siberia, disana terdapat banyak hutan cemara (Samaa'ur, 2013 ; 65).
     Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
"Tidak akan berdiri hari kiamat sebelum kaum muslimin membunuh orang yahudi, hingga orang yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon, maka batu dan pohon itu berkata: "Hai orang muslim, kemarilah! ini orang yahudi di belakangku, bunuhlah ia!" kecuali pohon cemara, maka sesungguhnya ia adalah pohon (orang) yahudi." (HR. Bukfaari Muslim) (Samaa'ur, 2013 ; 66).

DABBAH
     Tanda besar keempat dari dekatnya hari Kiamat yang disebut oleh Abu Ja’far ath-Thahawiy adalah keluarnya dabbah dari tempatnya. Dalil yang menerangkan keluarnya binatang ini adalah firman Allah dan hadits-hadits Nabi yang shahih. Allah berfirman,


     “Apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)
     Mengenai maksud “perkataan telah jatuh atas mereka,” para ulama menjelaskan, telah pasti ancaman atas mereka lantaran perbuatan mereka yang terus-menerus melakukan kemaksiatan, kefasikan, pembangkangan, berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mentadabburinya, tidak mengamalkan hukumnya, juga tidak berhenti melakukan kemaksiatan, dan sehingga nasihat tidak lagi bermanfaat, dan tidak dapat diingatkan lagi dari kedurhakaan.
     Jika keadaan mereka telah demikian, maka Allah akan mengeluarkan dabbah dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan mereka. Binatang itu dapat memahami dan berbicara dengan manusia.
Rasulullah saw bersabda,
“Ada tiga perkara yang jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya; atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya. Ketiga perkara itu adalah: terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan binatang bumi.” (HR. Muslim)

1. Ikhtilaf tentang hakikat dabbah
Para ulama berbeda pendapat mengenai hakikat dabbah. Secara bahasa, dabbah berarti binatang yang berjalan di muka bumi. Di antara pendapat tentang hakikat dabbah ini adalah sebagai berikut:
Pertama, dabbah adalah anak unta yang disapih dari unta Nabi Shalih. Pendapat ini dinyatakan oleh al-Qurthubi.
Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari, bahwa Rasulullah saw menyebut tentang dabbah, (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan)
لَمْ يَرْعِهِمْ إِلاَّ وَهِيَ تَرْغَوْ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ
Mereka tidak menggembalakannya, melainkan ia hanya bersuara di antara rukun dan maqam (rukun Yamani dan Maqam Ibrahim).”
Yang menjadi dalil adalah ungkapan sabda Nabi saw (تَرْغَـوْ) sementara (اَلرَّغَاءُ) adalah suara yang hanya ditujukan untuk unta.
Pendapat al-Qurthubi ini perlu dikaji lebih lanjut. Sebab, hadits yang dijadikan landasan oleh beliau terdapat perawi yang matruk (haditsnya ditinggalkan) dalam sanadnya.
Selain itu, dijelaskan pada sebagian kitab hadits lafazh (تَدْنَوْ) dan (تَرْبَوْ) sebagai pengganti dari lafazh (تَرْغَوْ), sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mustadrak, karya al-Hakim.

Kedua, dabbah adalah al-Jassasah yang disebutkan dalam hadits Tamim ad-Dari pada kisah Dajjal. Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Amru bin ‘Ash.
Pendapat ini tidak kuat lantaran sifat-sifat dan apa yang dilakukan oleh si dabbah tidak cocok dengan gambaran al-Jassasah dalam hadits Tamim ad-Dari.

Ketiga, dabbah adalah ular yang mengawasi dinding Ka’bah, yang disambar oleh elang ketika orang-orang Quraisy hendak membangun Ka’bah. Pendapat ini dinisbatkan oleh al-Qurthubi kepada Ibnu ‘Abbas ra. Hanya, beliau tidak menyebutkan sumbernya.
Keempat, dabbah adalah manusia yang berbicara, mendebat dan membantah orang-orang yang gemar melakukan bid’ah dan kekufuran agar mereka berhenti. Agar jika mereka binasa, mereka binasa dengan keterangan (hujjah) yang nyata.
Kelemahan pendapat ini adalah, jika dabbah yang mendebat para ahli bid’ah adalah manusia, maka ia bukanlah tanda kekuasan Allah yang luar biasa.

Kelima, dabbah adalah bakteri yang berbahaya yang akan membuat manusia menderita. Bakteri tersebut melukai bahkan bisa membunuhnya. Ketika melukai seseorang ia membawa pesan berupa nasihat kepada manusia seandainya mereka memiliki hati yang bisa berpikir, sehingga mereka sadar untuk kembali kepada Allah, kepada agamanya dan menekan mereka untuk menerima hujjah. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu ‘Ubayyah dalam komentarnya terhadap kitab an-Nihayah/ al-Fitan wal Malahim, karya Ibnu Katsir.
Pendapat ini jauh dari kebenaran—sebagaimana dinyatakan oleh DR. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, penulis kita Asyrathhus Sa’ah. Dalam salah satu hadits yang shahih, Rasulullah saw menyebut dabbah kelak membawa cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Mana mungkin bakteri akan melakukannya. Apalagi berbicara dengan manusia. Mustahil.
Bagi kita, yang penting kita percaya di batas kabar Nabi Muhammad saw. Selebihnya, kita serahkan kepada Allah yang Mahatahu atas segala yang telah dan akan terjadi.

2. Tempat keluarnya dabbah
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai tempat keluarnya dabbah. Di antara sekian banyak pendapat, yang paling kuat adalah bahwa dabbah akan keluar dari Mekah, dari masjid yang paling mulia. Pendapat ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan dalam Majma’uz Zawaid VIII/ 7-8, dari Hudzaifah bin Asid secara marfu’.
Hadits itu berbunyi, “Dabbah akan keluar dari masjid yang paling besar, tatkala mereka (sedang duduk-duduk tiba-tiba bumi bergetar) ketika mereka sedang demikian tiba-tiba bumi terbelah.”


3. Aktivitas dabbah
Setelah dabbah keluar, dia berbicara dengan manusia. Selain itu, ia akan memberikan tanda kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir. Untuk orang-orang yang beriman, dabbah akan memberikan tanda pada wajah mereka, sehingga menjadi bersinar. Itu adalah tanda keimanannya. Sedangkan untuk orang-orang kafir, dabbah akan memberikan tanda di hidungnya sebagai tanda kekufurannya. Inilah aktivitas yang akan dilakukan oleh si dabbah sebagaimana disebut oleh Allah dalam al-Qur`an dan oleh Rasulullah saw dalam hadits yang shahih. Wallahu a’lam.

(www.arisallah.com)

3. Kapan Hari Kiamat akan Terjadi?
Pada hakikatnya, tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang dapat mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Hanya Allah SWT yang dapat mengetahui kapan hari pembalasan itu akan tiba (www.nu.or.id). Setelah semua makhluk yang hidup mati, maka Allah SWT. akan kembali memerintakhan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan semua yang telah mati untuk bangkit kembali, mulai dari manusia pertama zaman terakhir Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan Hari Pembalasan (Azzam, 2010 ; 3).

4. Tanda-Tanda Hari Kiamat
Adapun Adapun tanda-tanda hari kiamat yang merupakan Alamat Sughra (tanda-tanda kecil), adalah:

1.  Hilangnya Ilmu, Merajalelanya Minuman Keras dan Perzinaan
Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:


sebagian tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah hilangnya kemanfaatan - ilmu, tetapnya kebodohan, diminumnya khamer, merajalelanya perzinahan dengan terang-terangan, banyaknya wanita dan sedikitnya laki-laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu penegak (pelindung) laki-laki." (HR. Bukhari) (Samaa'ur, 2013 ; 6).

2.Jarak Waktu Terasa Semakin Singkat 
Dari Anas bin Malik ra. Nabi SAW. bersabda:
"Tidak akan berdiri hari kiamat hingga zaman berdekatan, maka ada (terjadi) setahun (terasa) bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sejum'at, sejum'at bagaikan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan hangusnya bara dalam api (sekejap)."
(Samaa'ur, 2013 ; 7) 

3.  Bermegah-megahan dalam Membangun Masjid 
Dari Anas bin Malik ra. Bahwa Nabi SAW. bersabda:
"Tidak akan tiba hari kiamat, sehingga manusia bermegah-megahan dan berlebih-lebihan dalam urusan masjid." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Majah) (Samaa'ur, 2013 ; 10).

4.  Pria menyerupai Wanita dan Wanita menyerupai       
Rasulullah SAW. bersabda:"Diantara tanda-tanda dekatnya hari kiarnat adalah, laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyempai laki-laki." (HR. Abu Na'im) (Samaa'ur, 2013 ; 21).

5. Terjadinya tiga gerhana 
Rasulullah SAW. bersabda:
"Tidak terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda-tandanya, yaitu: Matahari terbit dari barat, munculnya Ya'juj Ma'juj dan Dabbah, terjadinya tiga gerhana; gerhana di tanah Masyriq (bagian timur), gerhana di tanah Maghrib (bagian barat) dan gerhana di jazirah Arab, dan api yang keluar dari telaga Aden yang mengumpulkan manusia. Maka perbuatlah apa yang ingin kau perbuat bersama mereka dan katakanlah apa yang ingin kalian katakan bersama mereka. (HR. Turmudzi)
(Samaa'ur, 2013 ; 28)

6. Mempermainkan Amanah
     Di antara tanda-tanda akhir zaman, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah; ketika amanah telah disia-siakan, seperti; menyerahkan sebuah urusan (permasalahan) kepada orang yang bukan ahlinya. Pada dasarnya, menyia-nyiakan amanah terjadi karena disebabkan beberapa faktor, antara lain; ketika seseorang memiliki ambisi yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat luas, ingin memperkaya diri sendiri, minimnya ilmu pengetahuan agama, dan lain-lain (Rofie, 2013 ; 27)

      Di negeri tercinta ini, tentu bisa kita lihat secara kasat mata, banyak pemimpin atau pejabat yang tidak lagi bisa dipercaya. Mereka kerap “menyia-nyiakan” amanah yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka. Menyia-nyiakan di sini memiliki makna bahwa orang yang bersangkutan memendam karakter acuh tak acuh terhadap sesama, hanya mementingkan urusan perut sendiri, tak peduli jika orang lain sengsara akibat ulahnya.
(Rofie, 2013 ; 28)

5. Tanda-Tanda Kiamat Saat ini

     Tanda-tanda akhir zaman yang saat ini adalah kebohongan semakin merajalela. Berbohong adalah sebuah sifat sekaligus penyakit berbahaya dalam kehidupan bermasyarakat. Berbohong, sebagaimana pernah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu dari tanda-tandanya orang munafik. Sementara, agama mana pun di dunia ini, mengajarkan bahwa sikap orang munafik merupakan perbuatan keji dan seyogianya kita hindari. Di zaman sekarang ini, tentu kita dapat menyaksikan aksi-aksi kebohongan telah mulai marak bahkan menjadi hal yang lumrah. Ironisnya, mereka melakukan kebohongan secara terang-terangan tanpa merasa bahwa dirinya bersalah.
 (Rofi'ie, 2013 ; 35).


     Bermegah-megahan dalam membangun masjid juga menjadi pertanda bahwa hari kiamat telah semakin dekat. Maksud dari “bermegah-megahan” di sini adalah ketika seseorang membangun masjid hanya untuk kebanggaan dan kesombongan hingga terpecahnya kerukunan di antara umat. Sementara masjid tersebut kosong atau sepi tanpa diisi dengan berbagai kegiatan ibadah (Rofi'ie, 2013 ; 44).

     Agama Islam sangat memuliakan kaum perempuan dan sangat menjunjung tinggi kehormatannya. Termasuk dalam tata cara berpakaian mereka pun syariat Islam telah mengaturnya dengan bijak, dengan tujuan agar mereka menjadi perempuan yang mulia dan terhormat, baik di mata sesama manusia, terlebih di mata agama (Rofi'ie, 2013 ; 53). Jika kaum perempuan sudah tak lagi memiliki rasa malu mengumbar lekuk-lekuk keindahan tubuhnya, bahkan mereka kemudian merasa bangga memamerkan aurat di depan umum, ini menjadi sebuah indikasi bahwa hari kiamat telah semakin dekat (Rofi'ie, 2013 ;  57).

6. Sikap Seorang Muslim terhadap Hari Kiamat
     Bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalamnya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua. Lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi berbagai macam fitnah tersebut?. Adapun beberapa point dibawah ini bisa kita jadikan acuan dalam mempersiapkan datangnya fitnah fitnah akhir zaman, antara lain :


  • Berdo’a kepada Allah ﷻ  minta perlindungan dari fitnah. Rasulullah ﷺ  bersabda :


‎تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الْفِتَنِ  مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi” (HR Muslim : 2867).


  • Memperbanyak amal shalih dan meningkatkan ke-takwa-an secara umum.
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ  bersabda :


‎بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا.
“Segeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah laksana potongan gelap malam gulita, seseorang paginya beriman sorenya sudah kafir, sorenya beriman paginya sudah kafir, dia menjual agamanya dengan harta dunia” (HR Muslim : 118)


  • Menjaga lisan dari berkomentar dari setiap apa yang kita dengar. Khususnya dalam perkara kontemporer yang terjadi pada kaum muslimin [Nawazil]. Lebih lebih komentar dan bicara di medsos yang lebih mudah penyebarannya ibarat angin berhembus.


Siapa yang layak bicara dalam masalah ini?. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :


‎الْعَالِمُ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَأَقْوَالِ الصَّحَابَةِ؛ فَهُوَ الْمُجْتَهِدُ فِي أَحْكَامِ النَّوَازِلِ
“Orang yang alim terhadap Kitabullah dan Sunnah RasulNya dan perkataan para shahabat, maka dialah mujtahid (ahli ijtihad) pada perkara-perkara Nawazil”. (I’lamul Muwaqi’in 4/212)


Dalam kondisi fitnah jangan mudah menshare berita atau komentar sebelun di cek kebenarannya.


Allah ﷻ  berfirman :
‎وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS An-Nissa : 83)


Tidak setiap apa yang kita dengar layak untuk diucapkan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata  ketika menjelaskan perkataan ‘Ali bin Abi Tholib :


‎حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ
“Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui, apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan ?”.

  • Tetap berusaha untuk menuntut ilmu syar’i dengan menghadiri majlis majlis ilmu,  karena dengan memahami syari’at ini dengan benar ia akan punya filter tidak mudah ikut ikutan terbawa arus dengan fitnah, tidak mudah mengikuti emosi atau perasaannya, tapi kokoh dengan ilmunya, sehingga akan selamat dari fitnah.


Dari Abu Bakrah radhiyallahu anhu ia berkata :


‎عَصَمَنِي اللَّهُ بِشَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا هَلَكَ كِسْرَى، قَالَ: “مَنْ اسْتَخْلَفُوا؟ ” قَالُوا: ابْنَتَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً”، قَالَ: فَلَمَّا قَدِمَتْ عَائِشَةُ يَعْنِي البَصْرَةَ ذَكَرْتُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَصَمَنِي اللَّهُ بِهِ: هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ


Allah telah menjagaku dari fitnah (perang jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ  ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, “siapa penggantinya?” Para Sahabat menjawab, “putrinya”, maka beliau pun bersabda, “Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan”. Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata, “Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan fitnah yaitu peperangan jamal)” (HR Tirmidzi : 2262)


  • Bersabar tidak mudah melakukan tindakan yang hanya mengikuti perasaan dan hawa nafsu.


‎اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ
‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai Rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari Nabi kalian ﷺ.’ (HR Bukhari : 7068)


Diantara bentuk yang wajib kita hindari di zaman fitnah adalah tidak memberontak kepada penguasa muslim yang dzalim, karena mudharat yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar daripada maslahat yang didapatkan, bahkan ketika dibolehkan pun untuk memberontak kepada penguasa yang jelas jelas kekufurannya, tanpa adanya syubhat, tetap di syaratkan adanya kemampuan serta tidak adanya kemudharatan, kalau tidak maka kita diperintah untuk bersabar.


Dari ‘Ubadah bin As Shamit radhiyallahu anhu ia berkata :


‎أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ»، قَالَ: «إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

“Kami berbai’at (kepada Rasulullah ﷺ) untuk senantiasa mendengar dan taat (kepada para pemimpin) baik dalam perkara yang kami senangi atau yang kami benci, dalam kesusahan maupun dalam kemudahan, dan juga ketika pemerintahan bersikap mementingkan diri mereka sendiri. Dan kami tidak diperbolehkan untuk mencabut urusan pemerintahan dari orang yang menjabatnya, Beliau bersabda, “kecuali jika kalian melihat adanya kekafiran yang nyata, maka ketika itu kalian memiliki keterangan yang nyata di hadapan Allah Ta’ala.” ( HR. Bukhari : 7055 dan Muslim : 1709).
(www.hambaallah.net)

7. Sikap Orang Kafir/Munafik terhadap Hari Kiamat
Dalam al-Qur’ân banyak penjelasan tentang perbuatan dan keyakinan rusak orang-orang kafir serta perangai dan sifat-sifat mereka yang buruk. Diantaranya, mengingkari hari kebangkitan dan menganggapnya mustahil, tidak beriman kepada takdir, mengeluh dan berkeluh kesah ketika tertimpa musibah, tidak punya harapan kepada Allah Azza wa Jalla , dusta, sombong, berpaling dari ayat-ayat-Nya, hati mereka penuh hasad (rasa iri) terhadap kaum Mukminin yang telah mendapatkan nikmat iman dan mereka berharap nikmat iman itu sirna dari kaum Muslimin. Hasad inilah yang mendorong mereka berusaha menyesatkan orang beriman. Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).[an-Nisâ/4:89]
Tak henti-hentinya, orang-orang kafir membuat makar dan menipu kaum Muslimin, berusaha mencelakakan dan merampas kenikmatan dari kaum Muslimin. Mereka berpura-pura amanah, berprilaku dan berperangai terpuji supaya bisa mengambil manfaat dibalik semua ini. Namun, Allah Azza wa Jalla membongkar kedok mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang yang di luar kalanganmu menjadi teman kepercayaanmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” [Ali Imrân/3:118)]
Membungkus kedustaan dengan kejujuran, khianat dengan amanah, sering membela kebatilan dan menyembunyikan kebenaran. Meski tipu daya mereka terhadap kaum Muslimin sangat luar biasa, namun Allah Azza wa Jalla tidak akan tinggal diam. Allah Azza wa Jalla pasti akan menghancur leburkan tipu daya mereka serta akan merendahkan dan menghinakan mereka.
Allah melarang rasul-Nya mentaati orang-orang kafir. Allah Azza wa Jalla berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ
Hai Nabi, bertakwalah kepada Allâh dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. [al-Ahzâb/33:1]
Karena ilmu mereka hanya sebatas dunia. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah mengatakan, “Seluruh amalan dan urusan orang kafir pasti ada cacatnya sehingga manfaatnya tidak pernah maksimal.” Orang-orang kafir tidak tahu menahu ilmu akhirat. Allah Azza wa Jalla berfirman :
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” [ar-Rûm/30:7]
Mereka hidup penuh kebingungan dan kebimbangan. Tujuan yang selalu mereka kejar dalam hidup hanya sebatas bersenang-senang, makan dan minum, tanpa peduli halal dan haram.
Orang-orang kafir itu selalu menghalangi perbuatan baik, tidak bisa berterima kasih dan mengkonsumsi barang haram. Allâh berfirman :
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ
Mereka mengetahui nikmat Allâh, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. [an-Nahl/16:83]
Mereka hidup dalam kegelapan, kesesatan serta hanya memperturutkan hawa nafsu. Anggota tubuh yang mestinya merupakan sarana menggapai hidayah sudah tidak berfungsi lagi. Hati mereka mati, telinga mereka tuli dan mata mereka buta, tidak mau mendengar dan melihat kebenaran. Setan menggiring mereka untuk selalu bermaksiat dan mencari kesenangan-kesenangan nafsu sesaat. Sehingga apa yang mereka lakukan seperti debu yang berterbangan. Amal kebaikan mereka tidak berguna. Di dunia mereka letih dan di akherat mereka akan merintih tersiksa. Allâh tidak mencintai mereka bahkan Allah Azza wa Jalla mengkhabarkan bahwa Dia musuh orang-orang kafir. Jika Allah Azza wa Jalla benci terhadap seorang hamba, Dia memanggil malaikat Jibril Alaihissallam, “Wahai Jibril sesunggunya Aku benci kepada Fulan, maka bencilah dia ! Dan Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru seluruh penduduk langit bahwa Allah Azza wa Jalla membenci Fulan, maka bencilah dia ! Maka penghuni langit pun membencinya. Kemudian ditetapkan baginya kebencian di muka bumi.” [HR. Bukhâri dan Muslim]
(www.almanhaj.or.id)

8. Fase-Fase Hari Kiamat
     Ketika hari kiamat, seluruh makhluk melewati beberapa fase yang terdapat di dalamnya. Berikut ini adalah penjabarannya:

1. Fase Alam Kubur (Alam Barzah)
     Sebelum terjadi hari kehancuran. bagi mereka yang telah mati akan mengalami fase kehidupan akhirat yang disebut alam barzah. (Azzam, 2010 ; 8). Pada hari kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa. Mereka selalu dipalingkan dari kebenaran. Orang-orang yang diberi llmu pengetahuan dan keimanan berkata (kepada orang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Inilah hari kebangkitan itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)."(QA Ar-Rum 55-56) (Azzam, 2010 ; 9).
     Menurut syariat islam, kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan kehidupan mereka kelask setelah masa penghakiman selesai di neraka. Selama itu pula mereka akan mendapat siksa kubur. Dalam beberapa hadis Rasulullah menyebutkan sebagai "azab kubur" (Azzam, 2010 ; 10).

2. Fase Alam Hisab (Penghakiman)
     Hari ketika mulut dikunci dan semua anggota badan memberikan kesaksiannya kepada Allah SWT. yang Maha Adil. Hari penimbangan amal kebajikan dan kejahatan semasa hidup di dunia. Semua Makhluk dimintakan pertanggungjawabannya selama hidup di dunia (Azzam, 2010 ; 10).

3. Fase Alam Akhirat
     Pada fase ni, setiap makhluk menempati tempat abadinya. Tempat ini diperoleh dari hasil perhitungan amalnya selama di dunia. Tempat tinggal abadi ini ada dua, yakni surga dan neraka. Surga bagi mereka yang memiliki amal kebaikan lebih banyak dari pada keburukan. Sementara Neraka adalah bagi mereka yang lebih banyak amal eburukan selama di dunia (Azzam, 2010 ; 10).




DAFTAR PUSTAKA 
Rofi'ie, Imam.2013."Kenali Peristiwa-peristiwa Tanda Akhir Zaman".Kebumen;Najah
Syafi'i, Imtihan.2014."https://www.arrisalah.net/dabbah-binatang-yang-berbicara/".20-04-2018
Sapta.2017."http://www.hambaallah.net/2017/04/sikap-kita-terhadap-akhir-zaman.html".20-04-2018
Muhsin, Syekh Abdul.2010."https://almanhaj.or.id/3692-sifat-sifat-orang-orang-kafir.html".20-04-2018
Azzam, Ummu.2010."Mengenal Tanda-Tanda Kiamat".Jakarta Selatan; PT. AgroMedia Pustaka
Samaa'ur.2013."Tanda Kiamat Kecil dan Tanda Kiamat Besar".Indonesia;Perpustakaan Ashabul Muslimin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sapaan Dari Kampus Kebanggan Kalimantan

COVID-19 Terhadap Bisnis