COVID-19 Terhadap Bisnis
COVID-19 Terhadap Bisnis

Ilustrasi WNI yang positif virus corona (Chinatopix via AP)
Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo mengumumkan untuk pertama kalinya Indonesia terpapar coronavirus atau COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Dua warga negara Indonesia sempat berkontak dengan seorang warga negara asing asal Jepang, alhasil kedua warga negara indonesia tersebut kini positif tertular virus corona. Hingga saat ini, tanggal 17 Maret 2017, sudah ada 172 orang di Indonesia yang tertular virus corona. Sebuah angka yang fantastis, sebab dalam waktu 15 hari, surah mengalami peningkatan sebanyak 170 orang. Hal ini menyebabkan beberapa pemerintah daerah di Indonesia membuat kebijakan untuk melakukan lockdown guna mencegar penyebaran virus corona. Lantas, bagaimana pengaruhnya terhadap dunia bisnis di Indonesia, berikut adalah pengaruh virus corona terhadap perekonomian dan keberlangsungan bisnis yang ada di Indonesia yang di lansir dari beberapa sumber berita.
Yang pertama nih, di lansir dari CNN Indonesia untuk Pengusaha Hotel dan Restauran. Pemilik usaha perhotelan dan restauran di Kalimantan Barat mengaku ngos-ngosan untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka, pasalnya, semenjak trendingnya berita virus corona, tingkat okupansi perhotelan diklaim mengalami penurunan hingga minimal 20 persen selama dua bulan terakhir, begitu pun dengan pemilik restauran yang ada di Kalimantan Barat.
ilustrasi perhotelan (wikipedia)
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar Yuliardi Qamal, anggotanya mengeluhkan sepinya bisnis hotel dan restoran sejak dua bulan terakhir dan banyaknya acara yang dibatalkan. "Kami paham kondisi saat ini terjadi di seluruh dunia. Karenanya, kami mendukung langkah pemerintah membatasi masuknya orang dari luar negeri, khususnya negara-negara yang terdampak virus corona," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, akhir pekan lalu. Yuliardi menambahkan pula bahwa merka telah memaksimalkan Biaya operasional. Sementara, pendapatan turun. Wah wah semoga permasalahan virus corona ini cepat selsai ya, supaya bisnis ini bisa terus tumbuh.
Yap, itu tadi adalah tentang bisnis perhotelan, yang ternyata nih, ini juga berpengaruh terhadap bisnis pariwisata, dikutip dari laman berita katadata.co.id, virus corona juga berpengaruh kepada sektor pariwisata di Indonesia. Dinas Pariwisata Bali menaksir sektor pariwisata kehilangan pendapatan sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan 20 ribu wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus corona.
Ilustrasi pariwisata (antara foto/Nyoman Hendra Wibowo)
Melemahnya pariwisata juga diprediksi berdampak pada industri retail. Meski tidak terlalu berdampak pada ketersediaan stok, efek tersebut terasa sangat signifikan dari segi transaksi. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, industri retail berpotensi kehilangan omzet sebesar US$ 48 juta atau sekitar Rp 652 miliar seiring menurunnya kunjungan turis dari Negeri Panda dalam dua bulan terakhir. Adapun daerah yang sektor retailnya paling terdampak adalah Manado, Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Medan, dan Jakarta. Sementara itu, hasil perhitungan Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) menunjukkan, sektor perdagangan Indonesia diprediksi akan mengalami sejumlah kontraksi. Lebih dari 495 jenis komoditas atau 13% komoditas dengan tujuan ekspor Tiongkok akan terimbas. Selain itu, sekitar 299 jenis barang impor dari Tiongkok diperkirakan menyusut atau bahkan menghilang dari pasar Indonesia.
Yah, begitulah adanya di Indonesia, padahal kan Indonesia terkenal dengan wisatanya yang indah, Turis-turis kan seneng banget ke Indonesia. Kalau begini jadinya, turis pada ogah deh buat ke Indonesia. Akhirnya nih, bakalan berpengaruh juga kepada bisnis Maskapai Penerbangan di Indonesia, contohnya aja seperti maskapai Garuda Indonesia. Seperti yang dilansir pada Tempo.co, Garuda Indonesia akui babak belur akibat virus corona di Indonesia.

Ilustrasi Garuda Indonesia (bisnis.tempo.co)
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengakui pendapatan perseroan cukup terganggu oleh wabah Virus Corona di dunia, belakangan ini. "Lumayan babak belur, tapi ya sudahlah itu," ujar dia di Graha Manggala Wanabakti, Jakarta, Ahad, 8 Maret 2020. Kendati demikian, Irfan masih belum mau membuka berapa besar penurunan pendapatan maskapai BUMN ini akibat dampak penyakit yang menyerang pernafasan itu. Ketimbang membicarakan ihwal penurunan pendapatan perseroan, ia lebih tertarik membicarakan solusi untuk mengatasi persoalan itu.
"Kalau ditanya ada penurunan pendapatan sudah pasti. Ada kerugian, ada penurunan sudah pasti tapi seperti saya selalu bilang, kami di direksi ini di manajemen ini selalu untuk membereskan, cari cara lah supaya apa yang bisa kami lakukan," kata Irfan.
Cara-cara yang bisa dilakukan Garuda, kata Irfan, adalah dengan membuka beberapa rute anyar misalnya dari Brisbane ke Denpasar, Dili ke Denpasar, Mumbai - Denpasar, hingga Delhi - Denpasar. Saat ini maskapai pelat merah ini telah menutup total penerbangan ke Cina untuk mencegah penyebaran Virus Corona dari Negeri Tirai Bambu. Kendati, ia mengatakan belum menutup rute-rute domestik dalam rangka efisiensi.
NAH ketiga berita diatas adalah gambaran bagaimana pengaruh COVID-19 terhadap bisnis di Indonesia. Mulai dari perhotelan, restauran, wisata, bahkan maskapai penerbangan semuanya mengalami penurunan pemasukan, bahkan menyebabkan kerugian dalam bisnis mereka. Ya Ampun semoga permasalahan virus corona ini segera ditemukan ya solusinya, supaya bisnis-bisnis bisa kembali bangun, dan semoga gak sampai bangkrut. Untuk itu, yuk kita sama-sama mencegah penyebaran virus corona. Berikut adalah saran WHO yang dikutip dari Kompas.com untuk kita semua agar dapat menghindari diri dari infeksi virus SARS-CoV-2. Jaga kesehatan Anda dan lindungi orang lain dengan melakukan beberapa hal ini:
1. Cuci tangan sesering mungkin Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol. Kenapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan cairan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.
2. Jaga jarak Jaga jarak setidaknya 1 meter antara Anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin. Kenapa? Ketika seseorang bersin atau batuk, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil yang mungkin mengandung virus dari hidung atau mulut. Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang bersin atau batuk, Anda bisa menghirup tetesan cairan itu, termasuk virus penyebab Covid-19.
3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Tangan menyentuk banyak permukaan, dan di sana kemungkinan juga ada virus. Jika terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Dari sana, virus masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.
4. Lakukan kebersihan pernapasan Kebersihan pernapasan berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu saat Anda batuk atau bersin. Jika menggunakan tisu, segera buang tisu bekas itu. Hal ini harus dilakukan karena tetesan cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk atau bersin dapat menyebarkan virus ke orang lain. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar ari virus seperti flu dan COVID-19.
5. Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari perawatan medis sejak dini Jika Anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah. Jika Anda mengalami demam, batuk, atau sulit bernapas, segera cari bantuan medis. Jangan lupa ikuti arahan otoritas kesehatan setempat. Untuk diketahui, otoritas nasional dan lokal selalu memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat.Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
6. Update informasi dan ikuti saran tenaga medis Selalu update informasi terkini terkait perkembangan Covid-19. Selain itu, ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan, Kemenkes, dan kesehatan lokal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
Komentar
Posting Komentar